Home » » Bagaimana Mengendalikan Emosi Wanita

Bagaimana Mengendalikan Emosi Wanita

Balik post lgi nih,hari ini saya mendapat request dari teman saya dan berdasarkan hasil browsing dan ide ide pribadi saya berhasil mengumpulkan beberapa cara untuk mengendalikan Emosi wanita.Check this out :)

Salah satu keunikan wanita adalah dengan memiliki kehidupan emosi yang dinamis,tanpa itu,kehidupan akan terasa kering dan membosankan.Namun kalah kurang berhati hati,keunikan tersebut dapat malah menjadi kelemahan yang berpotensi besar membuat masalah.

Salah satu hal yang kerap mengejutkan seorang lelaki adalah betapa cepatnya pasangan mereka mengeluarkan reaksi emosional.Kalau untuk pasangannya sendiri sih bagi lelaki mungkin tidak akan keberatan kalau spontanitas emosionalnya bersifat positif.Namun bila bersifat negatif dan terus meneurs,pada umumnya si laki-laki akan berubah menjadi defensif dan takut.Kecenderungan pria menghadapi hal ini biasanya adalah menjauh atau berusaha untuk meredam.Itu sebabnya penting bagi wanita untuk belajar mengendalikan reaksi yang bermuatan emosi kuat (Kaya pelajaran kimia aja :p).

Berikut adalah beberapa saran / cara untuk mengendalikan lonjakan emosi :

  1. Kunci Pertama Dalam Pengendalian Emosi Adalah Pengendalian Pikiran

    Salah satu penyebab emosi mudah keluar tak terkendali adalah dikarenakan berkembangnya pemikiran secara extreme.Contoh aja yah,misalnya seorang perempuan/Istri melihat pasangan/suaminya sedang berbicara akrab dengan seorang wanita.Begitu melihat sang istri langsung tanpa sadar membayangkan skenario terburuk,yaitu bahwa sebenarnya si suami menyukai perempuan itu,bahwa sisuami tidak lagi menyukai si istri,dan bahwa si perempuan itu juga menyukai si suami,dan lalu si suami akan meninggalkan si istri jika hubungan si suami dengan perempuan itu berlanjut.

    Ketika pemikiran liar ini muncul,ia harus berdialog dengan diri sendiri.Sebagai contoh,ia harus mengajukan bukti terlebih dahulu.Ia harus menimbang apa yang dilihat dari konteks yahg lebih menyeluruhdan tidak menyorot dari satu sudut aja.Jadi intinya yang terlalu berfikir bahwa hal hal negatif lah yang akan terjadi.
  2. Untuk Dapat Mengendalikan Emosi Diperlukan Tindakan Antisipatif atau Perencanaan

    Kebanyakan reaksi emosional keluar tanpa kendali karena kita merasa situasi telah lepas kendali.Itulah alasan sebelum menghadapai sesuatu,penting bagi kita untuk mengantisipasi situasi yang dimungkinkan untuk terjadi.Contoh, ibu hendak mengajak anak pergi ke pusat perbelanjaan,namun si ibu tidak ingin membelikan anaknya mainan.Si ibu pasti tau kalau di pusat perbelanjaan pasti terdapat banyak mainan,jadi Si Ibu dapat merencanakan rute yang akan ditempuh di pusat perbelanjaan tersebut.Ataupun jika memang tidak mau menghindari dari toko mainan,setidaknya si Ibu harus merencanakan bagaimana reaksinya ketika anak meminta untuk dibelikan mainan.
  3. Wanita Perlu Menunjukkan Sikap Sedia Untuk Dikoreksi atau Berubah

    Mungkin seorang wanita memerlukan waktu yamg lama untuk berubah.Mungkin ia tumbuh didalam keluarga yang kerap konflik atau lingkungan yang keras sehingga emosi mudah tersulut dan lidah susah untuk dikendalikan.Jika itu situasinya,jangan ragu untuk menyampaikan hal tersebut kepada pasangan anda dan menunjukan bahwa anda memiliki kelemahan dan bersedia menerima teguran pasangannya.Sewaktu suami melihat perubahan pada istri,mungkin ia akan terdorong untuk menerima wanita tersebut dengan kelemahannya. Terlebih penting lagi,ia akan merasa bahwa perkataannya telah didengarkan oleh istrinya..Sebaliknya bila suami merasa bahwa istri tidak menggubris tegurannya dan terus berkelakuan seenaknya tatkala marah,pada akhirnya suami dapat putus asa dan tidak mau lagi menyampaikan teguran.Komunikasi akan terganggu dan relasi akan retak sehingga akan menyebabkan terjadinya hal hal yang tidak diinginkan seperti cekcok ataupun hal hal sejenisnya.
  4. Sebelum Mengeluarkan Perkataan apapun, Sedapatnya Pikirkan Dampaknya

    Jangan mengeluarkan perkataan hanya untuk memuaskan hasrat di hati.Ada saatnya istri mengeluarkan perkataan yang melukai hati suami dan akhirnya suami menjadi tawar hati.Atau,memarahi anak,bawahan,rekan kerja sampai mereka menyimpan luka.Ingat perkataan dapat membangun dan menghancurkan seseorang.Jadi setidaknya sebelum memarahi atau mengeluarkan emosi anda,anda harus mencoba berpikir dan membayangkan bagaimana situasinya jika anda menjadi orang tersebut,apa yang anda rasakan,dan apa yang ingin anda lakukan jika menjadi orang tersebut.Ini bukan masalah berjiwa besar untuk dikritik,namun jika perkataan yang dikeluarkan memang terlalu keras makan orang berjiwa besar pun dapat memiliki luka dalam.
Kesimpulannya bahwa kebanyakan reaksi emosional keluar tanpa kendali , namun setidaknya kita mampu meredam dan mengurangi ledakan emosi yang kita alami dengan cara-cara diatas...

Ditulis Oleh : Jonathan Lianto ~ Wrong - Nikki

Sobat sedang membaca artikel tentang Bagaimana Mengendalikan Emosi Wanita. Oleh Admin, Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya

:: Get this widget ! ::

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2011. Wrong-Nikki - All Rights Reserved - Privacy Policy
Template Modify by Wrong-Nikki
Proudly powered by Blogger